Google Translate

ISLAM DAN HISTORIS STUDI AGAMA

                                               ISLAM DAN HISTORIS STUDI AGAMA
Kelahiran islam sejak zaman jahiliyah dibawa oleh nabi muhammad SAW, masyarakat yang pertama bersentuhan dengan islam juga pertama kali mangalami perubahan pola pikir, kelakuan, yang semuanya sesuai dengan konteks islam. Zaman di saat nabi muhammad masih hidup adalah zaman dimana islam mengalami massa kejayaanya, namun seiring perkembangan zaman dan saat islam ditinggal wafat oleh nabi muhammad saw islam terpecah menjadi beberapa bagian terutama  menjadi beberapa organisasi, di indonesia sendiri tidak sedikit bagian-bagian islam yang berbentuk organisasi dan golongan sehingga penah terjadi konflik dan berbeda pendapat antar golongan, di indonesia juga islam bercampur dengan budaya-budaya masyarakat di masing-masing wilayah, seperti tahlilan dan lain-lain.
Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dan masing pulau masyarakatnya mempunyai karateristik dan ekpresi yang berbeda-beda, karena hal itu lah pemahaman islampun menjadi sangat beragam bahkan sekarang banyak kasus yang menjadikan islam sebagai agama radikal, sarang teroris, kasar, padahal itu semua karena orang yang melakukan kekerasan adalah orang yang salah memahami islam, untuk itu pentingnya memberi pendidikan agama kepada anak dari usia dini agar setelah dewasa tidak terpengaruh oleh aliran-aliran sesat yang bisa membawa anak itu ke hal  yang buruk.
Dalam hal ini studi agama menjadi sangat diperlukan demi meluruskan agama yang semakin amburadul, studi agama dapat dilakukan dengan berbagai metode, mislanya dengan memahami sumber-sumber agama islam yaitu Al-qur’an dan hadits, dengan cara  mempelajari historis agama islam sejak zaman nabi muhammad saw sampai sekarang. Hal tersebut dapat berguna untuk meluruskan agama islam yang sudah campur aduk. Dalam pelaksanaanya studi islam sangat bervariasi, jika di pedesaan atau diluar sekolah ada majelis ta’lim, ada pengjian-pengjian khusus yang hanya mempelajari tentang islam, dalam lingkungan sekolah seperti di universitas atau perguruan tinggi studi  islam cenderung dilaksanakan dengan pembahasan yang lebih mendalam sehingga banyak yang salah pemahaman, itu sebabnya kenapa penylewengan tentang studi islam banyak terjadi di unversitas/ perguruan tinggi.
Di indonesia sendiri dalam mengembangkan studi islam di tingkat perguruan tinggi sekarang sudah banyak berdiri lembaga-lembaga yang khusus  mnedalami tentang islam seperti Sekolah Tinggi Agama Islam, Institut Agama Islam, dan lain-lain. Namun ditengah masyarakat yang krisis akan agama seperti sekarang studi islam menjadi sangat sulit karena masyarakatnya kebanyakan tidak peduli akan agama,  mereka hanya peduli jika mereka sudah mulai merasa mau meninggal dunia atau sudah merasa tua, oleh karena itu ditengah modernitas seperti sekarang studi agama mutlak diperlukan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat akan pentingnya beragama terutama agama islam.
Oleh sebab itu kita selaku generasi muda harusnya bisa mencontoh semangat para pejuang islam zaman dulu yang memperjuangkan agama islam sampai mati, salah satunya dengan cara tetap melanjutkan studi islam lewat manapun, terus belajar, mempelajari, dan mengajarkan ilmu-ilmu keislaman kepada orang yang membutuhkan pencerahan hati.


Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

 
© ILMU TEKNIK INFORMATIKA
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top